Welcome

WELCOME TO MY BLOG
"Jadilah diri sendiri apa adanya"

Jumat, 24 Januari 2014

Nama Binatang yang jadi trend gara-gara mahasiswa

Sebagai mahasiswa umum pasti setiap individu memiliki perilaku yang berbeda dikampus. Mulai dari yang aktif sampe yang kuper sekalipun. Dari situlah ide-ide muncul untuk menamai perilaku-perilaku mahasiswa bahkan nama hewanpun dikait-kaitkan dalam julukan ini. Mungkin dari sebagian pembaca sudah terlebih dulu mengetahui namun bagi pembaca yang belum tau akan saya bahas kali ini.

Yang pertama ialah KuPu-KuPu = ini diberikan bagi para mahasiswa yang kerjanya Kuliah Pulang Kuliah Pulan
Lalu KuDa = mahasiswa seperti ini hanya untuk Kuliah Dagang
KuNang-KuNang = Kuliah Nangkring Kuliah Nangkring
OnTa aRAB= Oon Tapi Absensi Rajing Banget
Kelabang = Keliaran Bangga
Lalat = selalu telat
nyamuk = nyari muka depan dosen
ada juga Tikus = Aktivis Dikampus

semoga kita semua ngga termasuk kedalam golongan Kumbang (Kemanapun Bimbang) karena bisa ngakibatin jadi SeriGala (Sering Galau) dan akhirnya jadi Matahari (Mabok Tiap Hari) gara-gara galaunya.

demikian julukan-julukan bagi para mahasiswa haha semoga mahasiswa" diIndonesia bisa mengambil segi positifnya. Maju terus buat temen" para mahasiswa capai terus impian kita banggain kedua orang tua kita.

Ref : Kaskus

Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi dalam upaya pencapaian tujuan. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi.

Tipe-Tipe Kepemimpinan :
  1.  Tipe Otokratis ciri-cirinya antara lain :
    ·         Mengandalkan kepada kekuatan atau kekuasaan
    ·         Menganggap dirinya paling berkuasa
    ·         Keras dalam mempertahankan prinsip
    ·         Jauh dari para bawahan
    ·         Perintah diberikan secara paksa
  2. Tipe Laissez Faire ciri-cirinya antara lain :
    ·         Memberi kebebasan kepada para bawahan
    ·         Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan
    ·         Sema pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan
    ·         Tidak mempunyai wibawa
    ·         Tidak ada koordinasi dam pengawasan yang baik
  3. Tipe Paternalistik ciri-cirinya antara lain :
    ·         Pemimpin bertindak sebagai bapak
    ·         Memperlakukan bawahan sebagai orang yang belum dewasa
    ·         Selalu memberikan perlindungan
    ·         Keputusan ada ditangan pemimpin
  4. Tipe Militeristik ciri-cirinya antara lain :
    ·         Dalam komunikasi menggunakan saluran formal
    ·         Menggunakan sistem komando / perintah
    ·         Segala sesuatu bersifat formal
    ·         Disiplin yang tinggi, kadang bersifat kaku
  5. Tipe Demokratis ciri-cirinya antara lain :
    ·         Berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi
    ·         Bersifat terbuka
    ·         Bawahan diberi kesempatan untuk memberi saran dan ide-ide baru
    ·         Dalam pengambilan keputusan utamakan musyawarah untuk mufakat
    ·         Menghargai potensi individu
  6. Tipe Open Leadership Tipe ini hampir sama dengan tipe demokratis. Perbedaannya terletak dalam hal pengambilan keputusan. Dalam tipe ini pengambilan keputusan ada ditangan pemimpin.
Teori Timbulnya Kepemimpinan :
Di antara berbagai teori yang menjelaskan sebab-sebab timbulnya kepemimpinan terdapat tiga teori yang menonjol, yaitu :
1. Teori Keturunan (Heriditary Theory) :
·         Seorang pemimpin menjadi pemimpin karena bakat – bakat yang dimiliki sejak dalam kandungan
·       Seorang pemimpin lahir karena memang ditakdirkan. Dalam situasi apapun tetap muncul menjadi pemimpin karena bakat-bakatnya.
2. Teori Kejiwaan (Psychological Theory) :
·           Merupakan kebalikan atau lawan dari teori keturunan
·           Setiap orang bisa menjadi pemimpin melalui proses pendidikan dan pengalaman yang cukup.
3. Teori Lingkungan (Ecological Theory) :
·           Seseorang hanya akan berhasil menjadi seorang pemimpin, apabila pada waktu ahir telah memiliki bakat, dan bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui proses pendidikan yang teratur dan pengalaman
·           Teori ini memanfaatkan segi-segi positif teori genetis dan teori sosial.

Dari contoh kasus yang saya ambil disini tentang Drs.Hartoyo sebagai Manajer beliau merupakan manajer tingkat menengah dalam departemen produksi di sebuah perusahaan. Beliau bekerja diperusahaan tersebut kurang lebih 6 bulan setelah dia pension dari tentara. Semangat kerja di departemennya rendah sejak dia bergabung dalam perusahaan. Beberapa dari karyawan menunjukkan sikap tidak puas dan agresif.
Lalu beliau bertanya kepada temannya Drs. Abdul Halim, AK manajer departemen keuangan, apakah dia mengetahui tentang semangat kerja yang rendah dalam departemen produksi. Lalu temannya menjawab bahwa para karyawan hartoyo merasa tidak senang dengan keputusan yang dibuat olehnya. Hartoyo menyatakan “ dalam tentara, saya membuat semua keputusan untuk bagian saya, dan semua bawahan mengharapkan saya untuk berbuat seperti itu.
Menurut saya  gaya kepemimpinan yang digunakan oleh hartoyo ialah Tipe Paternalistik dimana pengambilan keputusan ditangan pemimpin dan menganggap bahwa bawahannya sebagai orang yang belum dewasa. Keuntungan tipe kepemimpinan seperti ini para bawahan akan merasa dilindungi oleh atasannya namun kekurangan tipe kepemimpinan paternalistik ialah para bawahan jarang mendapat kesempatan untuk mengeluarkan pendapat bahkan untuk mengambil keputusan sendiri, dengan itu para bawahan tidak bisa mengembangkan imajinasi dan kreatifitas yang dimilikinya. Dan yang harus Drs. Hartoyo pikirkan ialah perbedaan motivasi bawahan yang sekarang dengan yang dulu. Bawahan Drs.Hartoyo yang dahulu hanya mengikuti perintah yang diperintahkan karena  komunikasi yang digunakan hanya 1 arah yaitu kepada pimpinan beda dengan bawahannya yang sekarang mereka perlu komunikasi ke segala arah bahkan dalam pengambilan keputusan mereka perlu bermusyawarah tidak bisa dengan kesepakatan satu individu saja.
Bila Drs. Hartoyo tidak bisa merubah gaya kepemimpinannya maka dalam departemen produksi tidak akan terjadi perkembangan bahkan yang bisa terjadi ialah penurunan, karena Drs. Hartoyo tidak pernah menganggap para bawahannya dewasa untuk mengambil keputusan oleh sebab itu tidak ada komunikasi yang baik tidak akan pula mencapai tujuan yang diinginkan.
Saran saya untuk Drs. Hartoyo perhatikanlah bawahannya jangan menganggap bawahannya belum dewasa biarkanlah mereka mengeluarkan ide-ide yang ada dan Drs. Hartoyo mendengarkan apa saja yang mereka inginkan dan mengambil keputusan secara bersama tidak keras kepala dengan hasil keputusan yang diambil sendiri. Dan janganlah terlalu melindungi para bawahannya karena dengan itu para bawahannya tidak akan bisa belajar dari pengalaman yang didapat bawahannya. Begitulah tanggapan saya tentang kasus Drs. Hartoyo. Semoga kedepannya Drs. Hartoyo bisa menjadi lebih baik lagi bagi perusahaannya dan terutama bagi para karyawannya.

Referensi : https://belajarpsikologi.com/tipe-tipe-kepemimpinan/