Welcome

WELCOME TO MY BLOG
"Jadilah diri sendiri apa adanya"

Kamis, 02 April 2015

PARAGRAF DEDUKTIF DAN INDUKTIF

PARAGRAF DEDUKTIF DAN PARAGRAF INDUKTIF


Paragraf memiliki syarat kesatuan (mengacu ke perpautan makna, koherensi) jika hanya mempunyai satu topik dan kalimat-kalimat yang membentuk paragraf tidak menyimpang dari tema atau topik. Paragraf memiliki syarat kepaduan jika kalimat-kalimat yang membangun paragraf tersebut dirangkai secara logis dan dikaitkan dengan pengait paragraf, seperti ungkapan penghubung antar kalimat, kata ganti, dan pengulangan kata-kata penting. Dari sudut pandang cara penalaran, paragraf dikategorikan sebagai paragraf deduktif, induktif, dan induktif-deduktif. Namun pada tulisan ini saya akan membahas tentang paragraf deduktif dan paragraf induktif.

1.      Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif merupakan paragraf yang gagasan atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan diikuti kalimat-kalimat penjelas.
Contoh paragraf deduktif:
Pada hakikatnya, semua pimpinan perusahaan ingin bekerja secara cermat dan teliti. Seorang pimpinan perusahaan bertugas dalam mengambil keputusan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Selain itu segala perincian tentang penawaran, pemesanan, penerimaan, dan produksi benar-benar diteliti dan dijamin keamanannya. Namun, dalam prakteknya tidak dapat dihindari bahwa sekali waktu terjadi kesalahan, kekurangan, atau kerusakan. Kerusakan peti kemas merupakan kesalahan yang dapat menjadi masalah terhadap perusahaan dan pimpinan harus bertanggung jawab terhadap masalah tersebut.

2.      Paragraf induktif
Paragraf Induktif merupakan paragram yang gagasan atau kalimat utamanya terletak di akhir paragraf. Paragraf ini diawali dengan uraian-uraian yang berupa kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan suatu kesimpulan yang berupa kalimat utama.
Contoh paragraf induktif:
Demam tinggi pada anak-anak maupun orang dewasa selama beberapa hari dapat dicurigai sebagai gejala demam berdarah. Seseorang yang menderita demam berdarah mengalami pendarahan dari lubang hidung yang sering disebut mimisan. Seseorang yang mengalami gejala demam berdarah biasanya mengalami kondisi fisik yang lemah. Selain itu, muncul bintik-bintik merah pada kulit penderita. Semua gejala tersebut hendaknya diperhatikan sehingga jika terjadi gejala-gejala tersebut, penderita bisa langsung mendapat penangan medis dari dokter.

*Yang bergaris bawah merupakan gagasan atau kalimat utama.

Referensi:
·         Indriati Etty. 2001. Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
·         Zaenal. E. 2006. Dasar-Dasar Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: PT Grasindo.
·         Staff Gunadarma : Link (Kamis 02, Maret 2015 21:17 WIB).