Welcome

WELCOME TO MY BLOG
"Jadilah diri sendiri apa adanya"

Sabtu, 12 April 2014

Kepemimpinan


Dalam tulisan kali ini saya akan membahas tentang “Kepemimpinan”, adapun yang saya bahas dalam penulisan kali ini meliputi:
1.      Arti penting kepemimpinan
2.      Tipologi kepemimpinan
3.      Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan
4.      Implikasi manajerial kepemimpinan dalam organisasi
Berikut ini saya akan langsung membahas tentang ke-4 materi yang telah diuraikan diatas.
ARTI PENTING KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan merupakan salah satu unsur penentu keberhasilan sebuah organisasi atau perusahaan. Menurut Richard L.Daff  (2005:5) mendefinisikan kepemimpinan (leadership) merupakan suatu pengaruh yang berhubungan antara para pemimpin dan pengikut (followers). Gibson (2006: 502) menyatakan bahwa kepemimpinan adalah suatu upaya menggunakan pengaruh untuk memotivasi orang-orang guna pencapaian suatu tujuan. Kemudian Garry Yukl (1994:2) menyimpulkan definisi kepemimpinan yang mewakili definisi menurut para ahli, bahwa kepemimpinan sebagai sebuah proses pengaruh sosial yang dalam hal ini pengaruh yang sengaja dijalankan oleh seseorang terhadap orang lain untuk menstruktur aktifitas-aktifitas serta hubungan-hubungan didalam sebuah organisasi atau perusahaan. Setelah membaca dan menganalisa beberapa definisi kepemimpinan menurut para ahli saya dapat saya ambil kesimpulan bahwa kepemimpinan merupakan sebuah proses dimana seseorang dapat mempengaruhi orang lain untuk mengarahkan dan memberikan motivasi serta kepercayaan kepada orang tersebut demi tercapainya suatu tujuan organisasi atau perusahaan.
            Dari pengertian kepemimpinan menurut Richard L.Daff  terkandung sebuah makna penting, bahwa antara pimpinan dan pengikut tidak terdapat perbedaan antara pimpinan dan pengikut yang memberikan pengaruh dan tanggung jawab untuk mencapai sebuah tujuan. Kepemimpinan diibaratkan sebuah rancangan untuk membangun sebuah organisasi atau perusahaan dimana pemimpin sebagai mandor yang menjalankan rancangan yang telah tersedia demi terwujudnya sebuah konsep yang telah dirancang. Seorang pemimpin mempunyai peranan penting bagi sebuah organisasi atau perusahaan demi tercapainya tujuan yang telah direncanakan, seorang pemimpin pun harus memperhatikan gaya kepemimpinannya apakah sudah tepat atau masih harus lebih mengembangkannya dengan cara mau menerima kritik dan saran dari para bawahannya agar menjadi lebih baik lagi. Kepemimpinan akan berjalan secara efektif dan efisien apabila dilaksanakan oleh seorang pemimpin yang jujur, bertanggung jawab, terbuka, cerdas, memahami tugas dan kewajiban, mampu memahami dan memotivasi para anggota.

TIPOLOGI KEPEMIMPINAN
Tipologi kepemimpinan secara garis besar terbagi menjadi 5 yaitu, sebagai berikut :
1. Tipe Otokratis
Ciri-ciri seorang pemimpin yang otokratis ialah: Menganggap organisasi sebagai milik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik dan saran, Tergantung kepada kekuasaan formalnya, Sering memaksa dan bersifat menghukum dalam menjalankan kegiatan.
2. Tipe Militeristis
Perlu diperhatikan bahwa tipe militeristis ini berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Pemimpin yang memiliki tipe militeristis memiliki sifat-sifat sebagai berikut: Dalam setiap kegiatan selalu menggerakkan bawahan dengan bergantung kepada pangkat dan jabatannya, Senang terhadap formalitas yang berlebihan, Menuntut dispilin yang tinggi dan kaku dari bawahan, Sulit menerima kritikan dari bawahan.
3. Tipe Paternalistis
Ciri-ciri seorang pemimpin yang paternalistis ialah: Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, Bersikap terlalu melindungi (overly protective) bawahan, Belum percaya terhadap bawahan dan jarang memberikan kesempatan untuk mengambil keputusan dan mengembangkan kreatifitas, sehingga menganggap dirinya paling benar. Tipe kepemimpinan seperti ini tidak dapat memberikan kesempatan terhadap bawahan untuk berkarya dan berkembang.
4. Tipe Karismatik
Seorang pemimpin bertipe ini mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya memiliki pengikut yang jumlahnya sangat besar. Tidak ada sebab-sebab yang menyatakan mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Setiap orang memiliki pendapat tentang karisma yang berbeda-beda oleh sebab itulah tidak ada yang bisa menyatakan dengan tepat ciri-ciri pemimpin yang berkarisma.
5. Tipe Demokratis
Ciri-ciri seorang pemimpin yang demokratis ialah: Dalam kegiatannya selalu berpendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia didunia, Dapat menerima saran dan kritik dari bawahannya, Selalu mengutamakan kerjasama dan teamwork, Selalu memberikan para bawahan kesempatan walaupun bawahan berbuat kesalahan pemimpin bertipe ini tidak terlalu menyalahkan bawahan tetapi memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk memperbaikinya. Tipe kepemimpinan seperti ini yang dipercaya dapat memberikan solusi terbaik bagi organisasi maupun perusahaan untuk mencapai tujuan.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN
Beberapa ahli yang membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan adalah Theodore J.Kowalski, Thomas J. Lasley II, James W. Mahoney (2008). Mereka beranggapan kepemimpinan dipengaruhi oleh 3 variabel, yaitu: individu, organisasi dan sosial.
Individu merupakan faktor yang sangat penting dimana sebuah keputusan ada ditangannya, akan tetapi keputusan itu tidaklah murni disebabkan oleh kehendak individu tersebut, tetapi ada pengaruh dari faktor organisasi kemudian faktor sosial yang mencakup individu tersebut. Pada individu faktor-faktor yang mempengaruhi adalah pengetahuan dan keterampilan, karakteristik pribadi, nilai-nilai yang diyakini, penyimpangan, dan gaya dalam membuat keputusan. Pada organisasi faktor tersebut meliputi iklim dan budaya, politik organisasi, ancaman, dan resiko, ketidak-pastian, kerancuan, dan pertikaian. Sedangkan pada variabel sosial adalah kebutuhan resmi, meta-value, politik, dan ekonomi.
Adapun jurnal milik M. Asrori Ardiansyah, M.Pd beliau berpendapat faktor yang mempengaruhi kepemimpinan terbagi menjadi 3 yaitu:
1. Faktor Kemampuan Personal
Dalam kepemimpinan, faktor pribadi yang berupa berbagai kompetensi yang dimiliki sangat mempengaruhi proses kepemimpinannya, dalam hal ini berbagai kualitas atau kemampuan yang dimilikinya. Faktor personal ini memiliki pengertian bahwa para pemimpin mempunyai kemampuan menginternalisasi visi dan misi organisasi kedalam pribadi mereka.
2. Faktor Jabatan
Jabatan merupakan struktur kekuasan yang pemimpin miliki. Dalam era globalisasi ini jabatan tidak dapat terhindari dan semuanya seakan terstruktur. Dua orang yang mempunyai kemampuan kepemimpinan yang sama tetapi salah satu dari mereka memiliki jabatan dan yang lain tidak maka pengaruh itulah yang akan muncul. Sama halnya jika mereka memili jabatan tetapi tingkatannya berbeda hal itupun akan menjadi pengaruh. Seorang pemimpin dalam berprilaku harus selalu bisa memposisikan diri dimana mereka berada serta harus selalu ingat jabatan yang dimiliki agar dalam bertindak dapat terlebih dahulu terpikirkan.
3. Faktor Situasi dan Kondisi
Situasi adalah kondisi yang melingkupi perilaku kepemimpinan. Disaat situasi tidak kondusif (kacau) akan lebih efektif jika seseorang pemimpin yang karismatik wajib mengambil alih untuk menciptakan suasana yang kondusif. Seorang pemimpin yang baik harus bisa menentukan keputusan apa yang harus diambil  dalam situasi dan kondisi yang terjadi saat itu juga.
Ketiga hal tersebut wajib dipertimbangkan dalam memilih seorang pemimpin.

IMPLIKASI MANAJERIAL KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI
Manajer dapat ditemui pada semua tingkat di berbagai bidan dalam suatu Manajemen organisasi. Manajer harus berusaha untuk memahami dimana posisi mereka saat ini didalam organisasi maupun perusahaan. Seorang manajer harus merencanakan manajerial dimana mereka harus bisa memutuskan (mengambil keputusan) apa yang akan dilakukan. Setiap aktifitas yang dilakukan oleh manajer tidak terlepas dari empat fungsi dasar manajerial yaitu:
1. Pengorganisasian : Menentukan bagaimana cara terbaik mengelompokkan aktivitas.
2. Kepemimpinan : Memotivasi para anggota untuk bekerja sama bagi kepentingan organisasi
3. Pengendalian: Memonitor dan memperbaiki aktivitas yang berlangsung untuk pencapaian tujuan
4. Perencanaan dan Pengambilan Keputusan : Menetapkan tujuan organisasi dan bagaimana cara terbaik untuk mencapainya.
Dapat disimpulkan bahwa organisasi apapun yang dibangun atau didirikan tidak akan terlepas dari konsep kepemimpinan karena didalamnya mengandung unsur pandangan, tantangan, harapan/tujuan, dan sumber daya yang perlu diperhatikan agar mencapai tujuan yang telah direncanakan. Konsep kepemimpinan dalam berorganisasi haruslah terstruktur dengan rapi sehingga kegiatan yang dilakukan dapat efektif untuk mencapai tujuan sebuah organisasi.

DAFTAR PUSTAKA
Widyatmini & Izzati A. Pengantar Organisasi dan Metode, Gunadarma, Jakarta, 1995.
Wursanto, lg. 2005, Dasar-dasar Ilmu Organisasi, ANDI, Yogyakarta.2005.
Ricky W. Griffin. Manajemen I, Jakarta: Erlangga, 2004.
Daff, Richard L. The Leadership Experience. Canada: Thomson, 2005.
Gibson, James L at all. Organizations: behavior, structure, Pressesses, Boston:McGraw-Hill, 2006
Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP – UPI. Ilmu & Aplikasi Pendidikan, IMTIMA, 2007: http://books.google.co.id/books?id=B8cfnF69lOEC&pg=PA237&dq=arti+kepemimpinan&hl=en&sa=X&ei=PcZJU6XLF4ORrQf0qYCIAg&redir_esc=y#v=onepage&q=arti%20kepemimpinan&f=false (Sabtu, 13-04-2014) 20:51 WIB.
Irawaty A. Kahar. Jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi Konsep Kepemimpinan dalam Perubahan Organisasi: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16090/1/pus-jun2008-%20(4).pdf (Sabtu, 13-04-2014) 20:55 WIB.
Sudiyarto, Kepemimpinan: http://eprints.upnjatim.ac.id/2539/5/Kepemimpinani_Baru.pdf (Sabtu,13/4/2014) 21:03 WIB.
Asrori M Ardiansyah ,M.Pd. Hal-hal yang Mempengaruhi Kepemimpinan, 2011: www.majalahpendidikan.com/2011/03/hal-hal-yang-mempengaruhi-kepemimpinan.html (Sabtu,13/4/2014) 21:05 WIB.
Idviosa frisca. Arti Penting Kepemimpinan: www.idviosafrisca.blogspot.com/2013/04/arti-penting-kepemimpinan.html (Sabtu, 13-04-2014) 21:25 WIB.